
Sebagai salah satu bagian dari sistim pendidikan nasional, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tujuan khusus untuk dapat menghasilkan alumni yang terampil dan memenuhi persyaratan dunia kerja. Guna mencapai tujuan tersebut setiap Sekolah Menengah Kejuruan memiliki program keahlian tertentu yang selalu diselaraskan dengan perkembangan dunia kerja dan dunia industri. Program keahlian di dalam SMK merupakan sutu program pendidikan dan pelatihan yang bertujuan agar para peserta didik di SMK dapat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi tertentu. Program keahlian yang diberikan pada peserta didik biasanya berfokus pada pengetahuan serta materi praktis yang memungkinkan mereka untuk terlibat langsung dalam situasi lapangan kerja yang nyata.
Untuk terus menyelaraskan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dengan kebutuhan dunia kerja, SMK Kesehatan Aditapa Madiun mengadakan workshop “Analisis Kesesuaian Konsentrasi Keahlian dengan Kebutuhan Kompetensi Dunia Kerja Berbasis Wilayah atau Sektor” pada Sabtu, 28 September 2024 yang diikuti oleh guru kejuruan dan tim BKK (Bursa Kerja Khusus) SMK Kesehatan Aditapa. Workshop ini turut melibatkan para narasumber hebat dan kompeten di bidangnya, yakni:
- Ike Yessica Kusumawati, S.E., M.M
Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil & Menengah Kota Madiun - Sri Emik Wahyuni, S.Sos
Dinas Sosial Prov. Jawa Timur – UPT PSTW Magetan - Diah Aribawati, A,Md. Farm. – PAFI Kota Madiun
Dalam materinya, Ibu Yessica menyampaikan bahwa lapangan pekerjaan terbanyak di Kota Madiun berada di sektor jasa. Di samping itu berbagai macam perkembangan dan pembangunan yang terjadi di Kota Madiun bertujuan untuk membantu mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), misalkan adanya kemudahan untuk membangun usaha dan investasi, pembangunan sektor wisata Pahlawan Street Center (PSC), serta adanya aplikasi informasi lowongan pekerjaan yang bisa diakses secara daring oleh warga Kota Madiun. Tak hanya itu, bidang kesehatan di Kota Madiun juga terus mengalami perkembangan misalkan bertambahnya rumah sakit baru seperti Rumah Sakit Darmayu dan Rumah Sakit Hermina, serta bertambah banyaknya klinik-klinik kecantikan di Kota Madiun. Selain peluang kerja di dalam negeri, Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun juga menjembatani warganya yang ingin menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Materi kedua yang disampaikan oleh Ibu Sri Emik Wahyuni berkaitan dengan Standard Operating Procedure (SOP)/pedoman prosedur kerja yang berlaku di panti sosial. Dengan materi ini, diharapkan peserta didik ke depannya dapat memiliki pengetahuan serta keterampilan yang lebih selaras dengan kebutuhan kerja dan standard layanan di panti sosial. Materi SOP yang disampaikan berkaitan dengan pelayanan sosial terstandardisasi berupa pelayanan RPK (Ruang Perawatan Khusus), pelayanan makan dan minum, pelayanan kesehatan, pembagian pakaian dan alat kesehatan, serta layanan penempatan dalam asrama.
Ibu Diah dari PAFI Kota Madiun menyampaikan informasi persyaratan jabatan kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan dunia. Setiap pekerjaan memiliki standard masing-masing. Untuk itu para pencari kerja harus mampu menguasai kecakapan dan keahlian yang sesuai dengan jurusan masing-masing.


Kegiatan workshop ini ditutup dengan diskusi oleh guru-guru kejuruan serta guru tim Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Kesehatan Aditapa Madiun. Diskusi tersebut sebagai wujud tindak lanjut atas materi serta pesan yang telah disampaikan oleh para narasumber. Tukar pikiran serta ide dilakukan oleh peserta diskusi demi terciptanya lulusan-lulusan yang berkompeten sesuai dengan perkembangan yang terjadi di dunia kerja. Dengan ini SMK Kesehatan Aditapa Madiun menjaga komitmen untuk terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para peserta didik.
