GURU TAMU

BASIC LIFE SUPPORT (BLS)

BANTUAN DASAR HIDUP

IMG 20241223 WA0015

Kegiatan guru tamu kali ini menghadirkan narasumber Bapak Dwi Gendro Cahyono,S.Kep,Ners dari UGD RSUD dr Soedono Madiun. Peserta didik yang mengikuti kegiatan ini hanya kelas 12 jurusan Keperawatan saja beserta semua guru jurusan keperawatan.

Sebelum kegiatan guru tamu dimulai dibuka oleh bapak kepala sekolah SMK kesehatan Aditapa kota Madiun Bapak Suko Iswahyudi, S.E,M.M. Beliau mengharapkan adanya kegiatan ini mampu menambah motivasi belajar bagi peserta didik untuk menjadi perawat yang profesional nantinya.

Penjelasan di sampaikan oleh Bapak Gendro tentang awal tentang Bantuan dasar hidup. BLS/ BDH merupakan serangkaian pertolongan pertama yang dirancang untuk menyelamatkan kehidupan seseorang yang mengalami kondisi medis yang mengancam nyawa, seperti henti jantung, henti napas dan korban tidak sadarkan diri.

Langkah -Langkah dalam BLS/BDH antara lain:

1. Pastikan 3A

(Aman Penolong, Aman Lingkungan, Aman Pasien)

IMG 20241223 WA0018

2. Cek Kesadaran

Dengan cara menepuk-nepuk ringan dada pasien, sampai ada respon. Lalu segera cari tahu apa yang salah serta cek ulang jika diperlukan.

3. Panggil Bantuan

Saat di area RS: Bila tidak ada respon/tidak sadar pasien tersebut langsung teriak. Atau tekan di code blue selama 3x.

Saat di luar area RS : Aktifkan EMS (Emergency Medical Support) dengan memanggil PSC

4. Cek Pernafasan dan Cek Nadi

Tenaga medis biasanya akan memeriksa frekuensi pernapasan ini dengan mengamati jumlah pergerakan dada setiap kali bernapas dalam satu menit.

5. 30 Kali Pijat Jantung

IMG 20241223 WA0019

6. 2 Kali Nafas Buatan

Pemberian napas buatan dari mulut ke mulut (mouth-to-mouth breathing) berguna untuk mempertahankan suplai oksigen ke dalam darah.

Pernapasan buatan dari mulut ke mulut pada korban yang tidak bereaksi atau mengalami henti napas bisa dilakukan mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

IMG 20241223 WA0021

a.Posisikan tubuh korban dalam keadaan telentang dan berbaring di atas permukaan yang datar dan keras.

b.Pastikan tidak ada objek yang menghalangi jalan pernapasan di dalam mulut. Jika ada, segera singkirkan.

c.Miringkan kepala korban sedikit untuk membuka jalan napas.

d.Tekan dan angkat dagu korban secara perlahan.

e Cubit lubang hidung korban dengan jari telunjuk dan ibu jari.

f.Letakkan mulut Anda yang terbuka hingga menutup mulut korban. Anda bisa memberikan napas pada hidungnya ketika ada luka di mulut.

g.Tiupkan napas sambil memperhatikan pergerakan dada korban. Jika dada naik dan korban kembali bernapas dan sadar artinya cara ini berhasil.

i.Apabila dada tidak terlihat naik, berikan kembali napas dari mulut Anda.

IMG 20241223 WA0020

 

CPR merupakan alat bantu pernapasan yang digunakan dalam pertolongan resusitasi jantung paru. Komponen masker CPR terdiri dari masker yang dipasangkan pada mulut dan hidung serta pompa udara untuk memasok oksigen pada korban yang mengalami henti napas.

Alat ini bisa menggantikan pernapasan buatan dari mulut ke mulut pada korban yang diketahui memiliki penyakit infeksi yang bisa ditularkan dari pernapasan.

Akan tetapi, masker CPR sebenarnya tidak menghasilkan teknik pernapasan buatan yang sama efektifnya seperti teknik dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh tenaga terlatih.

Pengenalan tentang AED (Automated External Defrillator) merupakan alat medis portable yang berfungsi untuk menganalis irama jantung dan memberi kejutan listrik untuk mengembangkan irama jantung yang tidak normal.

Pembelajaran tambahan ini dilaksanakan supaya menambah wawasan peserta didik dalam menangani berbagai pasien dengan berbagai keluhan yang ada.

IMG 20241223 WA0022